
Mitra Kerja Sama : Pusat Strategi Kebijakan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi
Project Manager : Prof. Dr. Suratman, M.Sc.
Tahun Kerja Sama : 2025
Ringkasan Kegiatan :
Perkembangan global dan nasional yang semakin dinamis mendorong perubahan paradigma penyelenggaraan transmigrasi dari sekadar perpindahan penduduk menjadi strategi pembangunan ekonomi berbasis transformasi sosial dan pengembangan sumber daya manusia unggul. Sebagai respons, Kementerian Transmigrasi menetapkan kebijakan tahun 2024 yang berfokus pada pembentukan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) melalui program unggulan Transmigrasi Patriot. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM agar pembangunan di kawasan transmigrasi berjalan lebih efektif, efisien, serta memiliki daya saing ekonomi yang berkelanjutan.
Tujuan kegiatan ini adalah menyusun naskah model implementasi Program Transmigrasi Patriot di Kawasan Barelang dan Salor yang dapat menjadi acuan nasional. Model yang dihasilkan mencakup strategi rekrutmen dan pelatihan kader, pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan model kelembagaan dan pola kerja sama antara pemerintah daerah, BUMDes, dan sektor swasta. Hasil kajian diharapkan menjadi model operasional yang konkret, kontekstual, dan dapat direplikasi pada kawasan transmigrasi lainnya di Indonesia.
Metode pelaksanaan kajian menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran kondisi sosial, ekonomi, dan kependudukan secara komprehensif melalui analisis data, wawancara, diskusi kelompok, dan observasi lapangan. Analisis selanjutnya dilakukan dengan pendekatan saintifik untuk memastikan validitas ilmiah temuan serta pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) guna memetakan distribusi sumber daya, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi. Integrasi metode tersebut memungkinkan identifikasi keterkaitan kawasan transmigrasi dengan pusat pertumbuhan wilayah secara sistematis dan berbasis data.
SDGs : 1, 4, 8, 9, 11, 17