Badan Pengelola Geopark Jogja melaksanakan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (15/4). Kegiatan tersebut bertujuan mendiskusikan peluang kerja sama sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pembangunan wilayah berbasis potensi alam dan budaya. Diskusi awal antara kedua pihak membahas integrasi kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan program pengembangan Geopark Jogja yang dirancang untuk dilaksanakan selama periode tahun 2025–2032.
SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat
Fakultas Geografi UGM sebagai salah satu Implementing Partner (IP) program FOLU Net Sink 2030 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyelenggarakan workshop dengan judul “Penyamaan Persepsi Ecosystem-based Approach (EbA) dan Nature-based Solutions (NbS) Program FOLU Net Sink 2030 untuk Penguatan Kapasitas SDM Lintas Sektor”. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 13 – 14 Juni 2024 bertempat di Artotel, Yogyakarta.
Acara workshop pada hari pertama dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc.. Kemudian, acara dilanjutkan dengan paparan materi terkait FOLU Net Sink oleh Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si. pada sesi pertama dan materi terkait EbA dan NbS oleh Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.T., M.Sc. pada sesi berikutnya. Pada sesi ketiga dan keempat, masing-masing tim Work Package (WP) ditugaskan untuk memberikan detail informasi keterkaitan antara kegiatan yang akan dilakukan dengan pilar dan kebijakan FOLU Net Sink yang kemudian dituangkan dalam dokumen powerpoint untuk dipresentasikan pada hari kedua.
Gumuk Pasir Parangtritis merupakan fenomena alam yang terbilang unik dan langka karena asal proses terbentuknya berasal dari material erupsi Gunung Merapi menjadi material penyusun utama yang kemudian mengalir di sungai di DIY lalu bermuara di Samudra Hindia, tertiup angin dan mengendap di pesisir. Gumuk Pasir Parangtritis masuk kedalam kawasan pengelolaan oleh Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) yang merupakan bagian dari Badan Informasi Geospasial (BIG).
Pada Senin (15/03), PGSP melakukan kegiatan rutin tahunan berupa pemotretan foto udara menggunakan pesawat UAV tipe Fixed-wing/pesawat tanpa awak dan pengukuran Ground Control Point (GCP) dengan tujuan mendapatkan data foto udara untuk menghasilkan Data Geospasial yang kemudian diolah untuk analisis perubahan kondisi gumuk pasir sebagai dasar dalam membuat penentuan kebijakan pengelolaan kawasan tersebut kedepannya.