
Mitra Kerja Sama : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sikka
Project Manager : Dr. Sudaryatno, M.Si.
Tahun Kerja Sama : 2025
Ringkasan Kegiatan :
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi akibat kondisi geologis yang berada pada pertemuan empat lempeng utama serta pengaruh perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi. Kabupaten Sikka di Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk wilayah dengan risiko sedang berdasarkan IRBI 2023 (skor 138,81), namun memiliki potensi multi-bahaya yang signifikan seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, gelombang ekstrem, dan abrasi. Kondisi geografis berupa perbukitan curam, garis pantai panjang, serta keberadaan Gunung Rokatenda dan Gunung Egon memperkuat tingkat kerentanan wilayah ini, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana yang terencana dan sistematis.
Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Sikka 2025–2029 bertujuan menghasilkan peta bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko untuk setiap jenis bencana serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengurangan risiko. Metode yang digunakan meliputi pemanfaatan peta bahaya InaRISK BNPB yang divalidasi menggunakan pendekatan Area Under Curve (AUC), analisis kerentanan secara spasial berdasarkan aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan, serta pengkajian kapasitas daerah sesuai pedoman nasional. Indeks risiko dihitung melalui integrasi spasial antara ancaman, kerentanan, dan kapasitas guna menghasilkan peta risiko sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan penanggulangan bencana.
SDGs : 9, 11, 13, 17